my n uc_capcuzz

Hanya Dua Lembar

Untuk

Lebih dari 62.208.000 Detik Kebersamaan Kita.

Lebih dari 62.208.000 detik kebersamaan kita. Begitu indah kisah kita. Begitu indah hari-hari kita. Begitu hebat semua dentuman rasa dan eksotisme dalam diri kita. Remaja SMA yang begitu bersemangat, penuh antusiasisme dan kenakalan. Bau khas seragam gadis umuran putih abu-abu. Tumbuh menjadi mawar di tengah belukar. Mencoba merangkak dan bangkit menata pagi untuk bekal di malam hari. Oh lamunanku kembali ke masa unik itu. Rabb aku tahu dan sangat paham mereka menyayangiku, bahkan sangat sayang melebihi yang aku tahu. Akupun tahu dalam rangkaian doa mereka, tersebut namaku, mencoba menjalin mutiara cinta melalui rengkuhan mahabbah Mu yang agung tiada terkira. Di dalam pagiku mereka ada. Dalam susahku mereka nyata. Dalam bahagiaku mereka tanpa pamrih ikut tertawa. Benar-benar bagai rangkaian nada yang begitu merdu terdengar, hingga pucuk cemarapun dengan ikhlas berdendang. Aku yakin banyak diantara orang iri melihat kita, kita yang bersatu dalam sebuah ikatan yang luna dan sederhana namun memantul penuh warna. PERSAHABATAN.

Saat-saat berat penuh penindasan wajarnya anak yang berkorban demi masa depan, berlabelkan masa orientasi siswa, kita maju, terus maju, mendobrak maju dan finish melalui sebuah kelulusan. Semakin erat jalinan diantara kita. Siapa bilang ini semua mudah, siapa bilang juga ini semua instant dan ada begitu saja. Salah jika mereka beranggapan ini muncul begitu saja. Salah! Salah besar jika memang begitu. Persahabat kita ada, terjalin dan bertahan karena sebuah proses. Proses yang tak hanya satu dua hari. Proses yang tak secepat kilatan petir. Proses metamorfosis yang butuh ratusan bahkan ribuan episode. Melelahkan. Terlalu hiperbolakah? Aku kira tidak.

Tak cukup di hitung dari ulat menjadi kupu-kupu, tak cukup di hitung dari awan menjadi salju. Lebih teman, lebih dari itu. Pengertian, pertimbangan, nasehat, pertengkaran, marah, kerinduan, bosan, makian, mengalah dan berujung pada penyelesaian. Kata maaf, menyerah, menunggu, mengeluh, sebal dan air mata berpadu bagai gitar, terompet, biola, piano dan penyanyi dalam sebuah theatrical music.

Melalui sebuah nama pemberian orangtua, aku wiliasJ…berjabat tangan dan senyuman. Bangku-bangku itu, ruangan itu, papan tulis itu, pintu masuk itu, gerbang megah SMA itu, masih ada, masih utuh dan telah menjadi saksi sejuta rajutan indah, persahabatan para penghuninya. Nilai, pelajaran, tugas, kegiatan sore, ulangan harian, ujian, panas dan hujan, gelap dan terang, dingin dan hangat demi sebuah kewajiban kita tetap ada, selalu ada dan terus ada.

Yang pernah di mulai pasti berakhir. Yang hidup pasti mati. Yang ada pasti hilang. Ya, kita telah menanggalkan putih abu-abu kita. Almamater kita dan buku-buku tebal kita. Namun persahabatan tak akan tamat begitu saja. Setuju dengan ku kan teman? Perjuangan kita akan berakhir pada sebuah pertemuan yang indah bernahkotakan keberhasilan. Keberhasilan dalam pendidikan, keberhasilan dalam hidup dan keberhasilan dalam iman. Aamiin! Bukankah kita bersahabat tidak hanya di dunia, bukankan kalian menginginkan surga bersama untuk kita. Kita pasti berhasil. Pengorbanan ini, perpisahan ini hanya sementara. Kita akan abadi nanti. Percayalah teman, tersenyumlah saat perpisahan nanti, tersenyum untuk kemenangan kita bersama, tersenyum untuk mimpi kita, tersenyum untuk cinta kita, tersenyum untuk kisah kita dan tersenyum untuk masa depan kita. Teriakkan bahwa kita bisa, kita harus bisa, kita pasti bisa karna  kita memang bisa!!! Iya kan teman?

Kalian tahu aku bangga dan bersyukur ada diantara orang-orang terpilih seperti kalian. Dulu aku memang batu hitam yang tak bersinar namun dengan kesederhanaan dan ketidaksempurnaan kalian aku kini telah menjadi bintang, bintang yang terang, walau tak seterang kalian. Kita memang berbeda dan ku sadari itu, namun apalah artinya karena sekarang kita sama, sama sebagai UC, sama sebagai seorang muslimah dan sama sebagai alumni SMANSA. Nama yang begitu indahkan teman? UC, muslimah dan SMANSA. Ya Rabb ini kekuasaanMu, lupa dan khilaf adalah bajuku, ampuni aku, maafkan aku jika dengan berjalannya waktu aku mungkin hilang ingatan dan menghapus memori indah bersama kalian. Aku bukan malaikat, jika Muhammad bisa lupa, akupun apalagi.

Hanya seuntai huruf yang bisa ku susun, bukan suatu yang luar biasa, namun ini perwakilan jiwa yang tlah kalian hias begitu indah. . . temans terimakasih ya untuk lebih dari 62.208.000 detik kebersamaan kita. Kebersamaan yang tak selalu lurus dan mulus, namun tulus dan begitu halus hingga menusuk ke dalam relung hatiku.

By :  UC_BeTeT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: