Executive Information System

Sebagai pemimpin puncak sebuah organisasi, baik bisnis maupun non bisnis, haruslah mempunyai dukungan yang mantap untuk mendapatkan informasi. Sedangkan sumber informasi tak terbatas pada informasi yang ada dalam organisasi tersebut. Haruslah mudah mendapatkan data (informasi) dari pihak lain, organisasi lain, sparing partner, regulasi yang dijalankan dan sedang dibahas oleh pemerintah, kondisi makro ekonomi, dll. Sehingga dengan informasi yang diterima dengan terstruktur, akurat, cepat, dan tepat, maka pimpinan puncak dapat mengambil keputusan yang tepat dan cepat.

Alat bantu untuk mendapatkan informasi yang demikian ini, disajikan dalam executive information system. Sehingga setiap pihak bisa mendapatkan gambaran yang (mungkin) masih konsep semata, namun cukup membantu untuk melihat bagaimana seharusnya.

Faktor-faktor yang diidentifikasikan
Watson mengapa perlu EIS (1/2)
Eksternal:
• Meningkatnya kompetisi
• Cepatnya perubahan lingkungan
• Kebutuhan untuk lebih proaktif
• Kebutuhan untuk akses database external
• Meningkatnya regulasi pemerintah

Faktor-faktor yang diidentifikasikan
Watson mengapa perlu EIS (2/2)
Internal:
• Kebutuhan ketepatan waktu informasi
• Kebutuhan memperbaiki informasi
• Kebutuhan akses data operasional
• Kebutuhan kecepatan pemutahiran aktifitas
• Kebutuhan meningkatkan efektifitas
• Kebutuhan mengidentifikasi kecenderungan
historis
• Kebutuhan akses ke database korporat
• Kebutuhan meningkatkan keakuratan informasi

Karakteristik EIS
• Mendukung aktifitas manajer yang tidak terstruktur dibanding
dengan problem keputusan spesifik dan berulang
• Mendukung executive terutama pada tahap pengambilan keputusan
intelligence dengan teknik analisa data secara komprehensif
• User friendly interface, mudah, dan intuitive untuk digunakan
• Berorientasi pada masa yang akan datang dengan perilaku
organisasi yang lalu
• Utamanya menggunakan data, bukan model serta diarahkan
dengan menggunakan teknologi IT yang mutakhir
• Secara khusus ada pelacakan CSF, exception reporting, drill down,
atau drill cross investigation dan analisa trend
• Berfokus pada identifikasi masalah
• Menggunakan database secara luas
• Dapat dibentuk menjadi gaya pengambilan keputusan individu

Link tentang hal ini disajikan di Bab 7 Executive Information System
sumber :http://mhd.blog.ittelkom.ac.id/blog/2010/01/18/executive-information-system/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: