TIPE-TIPE TRANSAKSI

• Perbedaan dengan batch processing
Batch processing bukan sebuah proses transaksi. Batch processing melibatkan beberapa proses transaksi pada saat yang sama, dan hasil dari setiap transaksi tidak langsung tersedia saat transaksi sedang dimasukkan, ada waktu tunda.
• Real-time dan batch processing
Terdapat beberapa perbedaan antara real-time dan batch processing. Hal ini dijelaskan di bawah ini:
 Setiap transaksi secara real-time merupakan proses yang unik. Hal ini bukan bagian dari kelompok transaksi, walaupun transaksi diproses dengan cara yang sama. Pemrosesan Transaksi secara real-time berdiri sendiri baik dalam pemasukan ke sistem dan juga dalam penanganan output nya.
 Pemrosesan real-time memerlukan master file yang tersedia untuk lebih sering memperbarui dan referensi daripada batch processing. Database tidak dapat diakses setiap waktu untuk batch processing.
 Pemrosesan real-time memiliki lebih sedikit kesalahan daripada batch processing, sebagai data transaksi divalidasi dan dimasukkan dengan segera. Dengan batch processing, data diatur dan disimpan sebelum master file diupdate. Kesalahan dapat terjadi selama langkah ini.
 Jarang terjadi kesalahan dalam pemrosesan real-time, namun mereka sering ditoleransi.
 Lebih banyak operator komputer dibutuhkan dalam proses real-time, karena operasi tidak sentralistik. Hal ini lebih sulit untuk memelihara sistem pemrosesan real-time dari pada sistem.batch.
CIRI-CIRI:
• Rapid response
Kinerja Cepat dengan waktu tanggapan yang cepat adalah hal yang penting. Bisnis tidak bisa membuat pelanggan menunggu TPS merespon, maka dari perputaran waktu dari input transaksi ke produksi untuk output harus beberapa detik atau kurang.
• Reliability
Banyak organisasi sangat bergantung pada TPS; gangguan listrik akan mengganggu operasi atau bahkan menghentikan usahanya.. Jika TPS gagal, maka pemulihan cepat dan akurat harus dapat dilakukan. Hal ini membuat cadangan yang dirancang dengan baik dan prosedur pemulihan menjadi sangat penting.
• Inflexibility
TPS ingin setiap transaksi diproses dengan cara yang sama tanpa memperhatikan penggunanya, pelanggan atau waktu untuk hari. Jika TPS fleksibel, operasi non-standar akan tidak banyak diperlukan,misalnya, maskapai penerbangan komersial harus konsisten menerima pemesanan maskapai penerbangan dari berbagai travel agent, berbagai transaksi menerima data dari berbagai travel agent akan menjadi masalah.
• Controlled processing
Pengolahan di TPS harus didukung operasi dari suatu organisasi. Misalnya jika suatu organisasi mengalokasikan peran dan tanggung jawab untuk karyawan tertentu, maka TPS harus menjaga dan menegakkan persyaratan ini.
Selain itu yang harus diperhatikan adalah ACID test properties. Satu set properti yang menjamin bahwa data transaksi diproses secara terpercaya. Dalam konteks database, satu operasi logis pada data yang disebut transaksi. Contoh adalah transaksi transfer dana dari satu rekening bank lain, walaupun mungkin terdiri dari beberapa individu operasi (seperti mendebit account dan crediting lainnya). ACID terdiri dari Atomicity, Consistency, Isolation, dan Durability
sumber :http://ghea.blog.upi.edu/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: